Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2012

Riwayat Satu Abad Katedral Jakarta




Gereja Katedral Jakarta yang berdiri kokoh di sebelah utara Lapangan Banteng ternyata menyimpan banyak cerita menarik. Bangunan dengan arsitektur neo-Gotik — yang terletak berseberangan dengan Masjid Istiqlal ini merupakan salah satu gedung cagar budaya paling menawan di Jakarta.

Tempat misa dilihat dari atas. (Hairun Fahrudin
Gereja Katedral Jakarta memiliki sebuah museum yang bisa dikunjungi semua kalangan. Setelah membaca sebuah berita yang menyatakan Museum Katedral Jakarta dinobatkan sebagai museum terbaik di Jakarta untuk kategori pelestarian cagar budaya, saya langsung berkunjung ke museum itu.

Museum Katedral Jakarta berada di balkon ruang utama gereja yang biasa digunakan untuk misa. Lantai balkon itu dahulu digunakan untuk koor gereja, namun kini dimanfaatkan untuk memajang koleksi museum. Dari lantai balkon ini bisa disaksikan ruang utama Katedral Jakarta yang digunakan untuk beribadah.

Gereja Katedral Jakarta sendiri mulai didirikan pada 1891 untuk mengganti gereja lama yang runtuh pada 9 April 1890 (hanya beberapa hari menjelang perayaan Paskah). Pembangunannya menemui banyak sekali kendala, bahkan sempat terhenti karena kekurangan dana. Pembangunan Katedral Jakarta baru selesai 10 tahun kemudian, yakni pada 1901.

Riwayat Katedral Jakarta yang panjang itu terangkum rapi dalam koleksi museum. Saat ini ada sekitar 400 koleksi yang dipamerkan, semuanya barang-barang milik pastoran Katedral Jakarta dan ada juga koleksi hasil sumbangan dari pihak tertentu.
Anda juga dapat melihat koleksi barang-barang milik pastoran Katedral di ruangan ini. (Hairun Fahrudin)
Ibu Lusi, salah seorang pengurus Museum Katedral Jakarta, berbaik hati mengantar saya berkeliling museum. Di antara ratusan koleksi museum, perhatian saya langsung tertuju pada pakaian rohaniwan Katolik yang tersimpan dalam beberapa kotak kaca. Dalam kotak kaca itu tersimpan jubah, topi dan kasula berbagai warna.
Deretan pakaian rohaniwan Katolik di dalam Gereja Katedral. (Hairun Fahrudin)
Kasula adalah lapisan terluar busana yang dikenakan rohaniwan Katolik. Warna kasula yang dikenakan seorang pastor memiliki makna tertentu. Kasula berwarna putih biasanya dipakai untuk ibadah sehari-hari, sedangkan ungu dan merah digunakan untuk acara duka cita seperti misa tutup peti dan paskah, lanjutnya lagi.

Koleksi lainnya yang cukup menarik adalah tongkat Paus Paulus VI dan piala Paus Yohanes Paulus II yang sengaja ditinggal untuk kenang-kenangan saat mereka berkunjung ke Indonesia. Ada juga lukisan bergambar gereja karya Kusni Kasdut yang terbuat dari pelepah pisang (Kusni Kasdut adalah seorang penjahat kelas kakap yang dihukum mati pada 1980.).

Saya juga sangat tertarik dengan koleksi relikui yang dipajang dalam kotak kecil dari kaca. Relikui adalah benda-benda peninggalan atau sisa-sisa tubuh orang kudus yang sudah meninggal, misalnya potongan pakaian, rambut dan serpihan tulang. Benda-benda ini ditaruh dalam wadah kecil berbentuk bundar dan biasanya ditempatkan dalam altar.

Barang-barang lain yang turut dipamerkan antara lain mebel antik, alat musik, patung, jam bandul, buku doa, foto-foto tua, serta perlengkapan yang biasa digunakan umat Katolik untuk beribadah. Pendek kata, koleksi museum ini sangat lengkap dalam menjelaskan tradisi Katolik.

Dari balkon, saya beranjak ke lantai pertama yang merupakan ruangan tempat beribadah. Ruang utama Gereja Katedral Jakarta ini agak gelap, kecuali bagian altarnya. Ini merupakan simbolisasi bahwa bagian terpenting dari sebuah gereja adalah altarnya. Dinding ruang utama gereja ini dihiasi lukisan dari potongan keramik yang menggambarkan kehidupan Yesus.

Langit-langit Gereja Katedral Jakarta terbuat dari kayu jati supaya tidak mudah roboh saat terjadi gempa bumi. Menaranya juga hanya terbuat dari rangka besi, bukan beton seperti umumnya gereja di Eropa.
Menara-menara khas Gereja Katedral. (Hairun Fahrudin)
Gereja Katedral Jakarta memiliki dua menara utama yang disebut Menara Daud dan Menara Gading. Sekilas bentuk kedua menara itu terlihat sama, namun kalau diperhatikan lebih seksama ternyata berbeda. Menara Gading diapit oleh empat menara kecil berbentuk lancip, sedangkan Menara Daud berbentuk seperti benteng yang melambangkan Benteng Daud. Menara lainnya yang lebih kecil disebut Angelus Dei, letaknya di belakang dua menara utama.

Kalau Anda tertarik dengan sejarah Katedral Jakarta serta ingin mengenal lebih dekat tradisi Katolik, silahkan berkunjung ke Museum Katedral Jakarta. Sayangnya, museum ini tidak buka pada akhir pekan.

Museum Katedral Jakarta
Jl. Katedral 7B, Jakarta Pusat
Telp.: (021) 3519 186, Faks.: (021) 3509 952
Jam buka: Senin, Rabu, Jumat, pukul 10.00-12.00 WIB
Tiket masuk: gratis
Pengunjung harus berbusana rapi dan sopan

Sumber : Yahoo Nws

Mengenang Jiwa Seni Bung Karno

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Sejumlah seniman pelukis dan perupa melaksanakan pameran seni dalam rangka peringatan Bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno, di Galeri TIM, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2012) malam.

"Kami ingin Bung Karno menjadi milik bangsa ini. Dengan pameran ini, kami percaya bahwa energi Bung Karno takkan pernah pupus. Api perjuangan Bung Karno akan terus ada dan tidak pernah padam," kata cucu Soekarno yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, saat membuka pameran  “Energi Bung Karno” di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki.

Pameran  ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian acara Bulan Bung Karno. Sejak beberapa tahun lalu, Bulan Juni dipromosikan PDI Perjuangan untuk memperingati kelahiran, wafatnya, pemikiran, dan kiprah Bung Karno sebagai pemimpin bangsa. 

Ada 10 pelukis dan perupa yang turut meramaikan pameran itu, diantaranya adalah Patrick Cornelis Wowor, Her Resmadi, Duvrart Angelo, Sumarwan, dan Nester Sinaga.

Sejumlah tokoh politik nasional turut hadir dalam pembukaan pameran itu, diantaranya Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, calon Dubes Italia August Parengkuan, dan Pengamat Politik Sukardi Rinakit.
Puan menambahkan, generasi masa sudah sewajarnya punya karya seni yang mewakili semangat dan jiwa untuk dikenang generasi mendatang. 

Indonesia, katanya, sungguh beruntung punya pemimpin seperti Bung Karno. Sebab, melalui lembaran sejarah Indonesia, Bung Karno sebagai seorang negarawan, dan sekaligus seniman. 


Sampai saat ini bisa disaksikan hasil karya seni Sang Proklamator Kemerdekaan yang menjadi simbol-simbol negara Indonesia.

"Lihat gedung MPR/DPR, lihat Monas, lihat Mesjid Istiqlal. Kesemuanya menjadi warisan Bung Karno yang menuangkan hasratnya pada kesenian dalam bentuk landmark-landmark Indonesia," kata Puan. 

Puan kemudian memaparkan saat kakeknya diasingkan sebagai tahanan politik di Ende, Flores. Bung Karno, menyalurkan ide-ide-nya tentang Indonesia melalui seni. Masih ada lukisan pura Bali yang dibuat Bung Karno di Ende pada tahun 1935.

Di dalam lukisan itu ada empat orang yang berdoa bersama dengan kepercayaannya masing-masing. 

"Sebuah gagasan persatuan bangsa yang tertuang dalam keindahan lukisan," ungkapnya.

Dia menambahkan di Ende juga Bung Karno menghasilkan 13 naskah tonil. Pementasannya kala itu dilakukan di Gedung Imakulata, milik Paroki Katedral Ende. 

"Sama seperti lukisan pura Bali-nya, tonil-tonil Bung Karno dijiwai semangat, ide, gagasan bahkan panggilan kepada rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan," lanjut Puan. 

Dia menyebut landmark bangunan, lukisan, naskah tonil Bung Karno adalah bukti nyata bahwa karya seni-nya sarat dengan pesan perjuangan, pesan kemerdekaan, dan pesan persatuan Indonesia. Dan sebagai karya seni, pesan-pesannya terus bergaung hingga masa kini.

Puan mengingatkan, kelak generasi masa depan mempelajari cara hidup di masa sekarang, maka salah satu yang akan dilihat adalah karya seni yang kita tinggalkan. 

"Bung Karno menyampaikan pesan persatuan dan kemerdekaan melalui karya seninya," tambahnya.

Puan berharap pameran seni rupa “Energi Bung Karno” dapat menjadi pemicu api semangat untuk melestarikan, menguatkan dan menegaskan identitas bangsa Indonesia.

Sumber :  Yahoo News